Awal mula terbentuknya flower crown murah

Berawal dari niat untuk melakukan foto prewedding sebagai kenang-kenangan. Pernah sekilas melihat foto seorang gadis cantik memakai hiasan bunga di kepala (saat itu bahkan saya pribadi belum tau apa namanya, hehe). Saya menyimpan foto itu di hp dan sering menjadikannya display picture di BBM.

Sampai akhirnya saat sedang bermain-main di salah satu grup Jual Beli yang ada di Facebook, saya baru ngeh jika hiasan bunga di kepala yang saya suka itu namanya mahkota bunga (biasanya populer disebut flower crown). Namun, keinginan untuk memakai flower crown saat foto prewedding batal karena menurut saya, flower crown yang ada di pasaran “terlalu mahal”. Ada tidak ya flower crown murah?

Sempat terlupakan sekitar dua tahun lamanya, tiba-tiba keinginan untuk lebih tau tentang flower crown muncul kembali. Apalagi saat itu, saya sedang tidak bekerja di kantor (full olshop) sehingga memiliki banyak waktu di rumah. Bagaimana kalau saya saja yang menjual flower crown murah?

  • Belajar membuat flower crown

Mulailah saya belajar membuat flower crown secara otodidak (Baca: Cara membuat mahkota bunga sederhana). Guru saya hanyalah artikel-artikel di Google dan video-video di Youtube. Mau bagaimana lagi? Di dalam keluarga saya tidak ada yang berbisnis kerajinan tangan.

Saya putar otak bagaimana caranya bisa membuat flower crown murah. Mulailah saya mengubek-ubek internet, melihat-lihat toko online yang menjual flower crown sebagai referensi. Setelah itu mencari supplier bahan flower crown. Membandingkan harga bahan satu per satu dan segala tetek bengek aktivitas lainnya.

Setelah  alat dan bahan yang dibutuhkan tersedia, saatnya belajar membuat flower crown. Hmmm, tidak terlalu sulit ternyata. Tapi yang paling terasa adalah saat bolak-balik harus memakai tang untuk membuat rangka dari kawat. Lumayan membuat tangan boncel-boncel (ancur), hehehe.

  • Saatnya menjual flower crown!

Horeeeeeeee, flower crown-nya sudah jadi!

Senangnya, saat itu bahan yang tersedia hanyalah rose bud (mawar kuncup). Akhirnya dibuatlah flower crown murah model full.

FC full pink

Bagaimana, cantik tidak? Hehe.

Akhirnya, mulai April 2015, saya positif menjual flower crown. Hari berganti hari, ternyata walaupun saya menjual flower crown murah, untuk mencari omset tidaklah gampang. Dibutuhkan banyak promosi, keuletan dan kesabaran. Untuk lebih lengkapnya, bersambung ke artikel berikutnya ya.

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca!

Tags:

Leave a Reply